I accept that as a compliment

I feel like a sucker while reading a comment on my wall post!

Sayangnya saya tidak suka berdebat.

Karna benar dan salah, pro dan kontra, suka dan tidak suka adalah sesuatu yang relatif.

Apalagi katanya,

Those who play the game do not see as clearly as those who watch

Football Game

Tapi kan tetep aja bukan mereka yang bermain di lapangan??!

Dan tanpa tau apa yang para pemain itu alami, mereka bisa saja berteriak, “Bodoh! Kenapa gak diarahkan kesana saja bolanya?? Kenapa malah kesitu???”

Yeah, itu hak mereka.

.

.

.

Back to me,

Tentu saja, saya gak mungkin bisa “memuaskan hati” setiap orang.

Tapi pasti, saya akan lebih introspeksi ke dalam, menjaga sendiri “harimau” saya, supaya tidak “mengaum” semaunya…

.

.

*Think about what my mom’s said, Berkata-katalah yang baik, atau diam.*

.

.

All these words we speak, casually
Well maybe I’m just weak, but it hurts me
Everything you said, everything you said, everything you said
Well it cuts, like a knife it hurts me deep inside

And I know you are just like me
Oversensitive, where an ordinary breed
Taking everything for much more than it means
Well it’s dangerous, and it’s sweet
Cut us and we bleed…

~ by gendhismanis on November 8, 2009.

2 Responses to “I accept that as a compliment”

  1. menjaga harimau?
    iya ya, mulutmu harimaumu…

    pengen jd pawang harimau aaah
    hehehe

  2. mba gendhis,
    kenapa?
    siapa yang nulis di wall?
    nulis apa dia?
    pasti org2 sok tau yg asal ngomong yah mba?
    cups. jgn emosi yah mba.
    diem itu emas.
    semakin kita diam, semakin org itu kebakaran jenggot.. :)

    btw mba, url aku ganti.. url yang mba link juga ganti ajah yah.. :D

Leave a Reply